Cara Reset Password WebAdmin Console LiteSpeed Web Server

Published on July 18, 2017, by in Tutorial.

Cara Reset Password WebAdmin Console LiteSpeed Web Server adalah menggunakan terminal dengan root user sebagai berikut :

/usr/local/lsws/admin/misc/admpass.sh

Kemudian masukan password yang baru :

Kemudian silakan coba masuk Web Admin console dengan menggunakan password baru dengan mengakses :

http://hostname.domain.com:7080

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Cara Install plugin LiteSpeed di cPanel

Published on July 18, 2017, by in Tutorial.

Langkah 1 : Install Plugin LiteSpeed

Jalankan perintah berikut pada terminal menggunakan root.

Install :

cd /usr/src; curl https://www.litespeedtech.com/packages/cpanel/lsws_whm_plugin_install.sh | sh

Remove :

/usr/local/cpanel/whostmgr/docroot/cgi/lsws/lsws_whm_plugin_uninstall.sh

 

Langkah 2 : Install LiteSpeed Web Server dari WHM

  1. Klik plugin LiteSpeed Web Server
  2. Klik Install LiteSpeed Web Server
  3. Isilah spesifikasi form berikut
  • Masukan Lisensi LiteSpeed
  • Direktori target
  • Port Opset ( isikan 0 untuk menggantikan Apache)Centang Enable PHP SuEXEC
  • Isikan email admin Lite Speed
  • Isikan Username dan password untuk LWSW Web Admin konsole

4. Klik Next untuk install LiteSpeed

Langkah 4 : Restart LiteSpeed Web Server

LiteSpeed Web Server anda telah jalan, semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.litespeedtech.com/support/wiki/doku.php/litespeed_wiki:cpanel:whm-plugin-installer

Cara remove plugin litespeed di cpanel

Published on July 18, 2017, by in Tutorial.

Cara remove plugin litespeed di cpanel agar bersih secara total, maka kita harus melakukannya melalui terminal linux.

Silakan login menggunakan root, eksekusi perintah berikut :

/usr/local/cpanel/whostmgr/docroot/cgi/lsws/lsws_whm_plugin_uninstall.sh

tunggu proses sampai selesai

Semoga bermanfaat.

Cara Backup Database WHMCS secara Otomatis ke Email dan FTP

Published on July 11, 2017, by in Tutorial.

Pentingnya backup database adalah untuk mensiasati apabila terjadinya permasalahan dengan server kita, terutama untuk billing whmcs yang menyimpan data pelanggan hosting kita.

Backup database ini bisa dilakukan secara manual melalui menu backup di whmcs yang telah dijelaskan sebelumnya. Kali ini akan kita bahas bagaimana cara backup secara otomatis whmcs yang kita gunakan.

Cara otomatis ini sangatlah penting untuk kita yang ingin menghemat waktu supaya tidak setiap saat membuka admin whmcs billing system. Backup otomatis ini ada dua opsi dan bisa dilakukan keduanya, yaitu :

Backup dikirim melalui email

Backup dikirim melalui FTP server

Pada kali ini kita akan seting kedua point diatas, agar backup kita benar-benar aman.

Sekarang sialakn login ke admin WHMCS kita, dan ikuti setiap langkah berikut :

  1. Login ke Area Admin WHMCS Anda
  2. Buka Setup> Other> Database Backup
  3. Untuk menggunakan fasilitas backup email cukup masukkan alamat email yang ada di bagian Daily Mail Backup.
  4. Untuk menggunakan fasilitas backup FTP remote masukkan rincian koneksi FTP di bagian Backup FTP Harian Remote. Di bidang ‘Tujuan FTP’, masukkan path relatif ke folder login tempat Anda ingin backup diunggah, lokasi ini harus ada karena WHMCS tidak dapat membuat direktori itu sendiri.

Seperti ilustrasi berikut :

Semoga bermanfaat :

Cara Backup Database WHMCS secara Manual

Published on July 11, 2017, by in Tutorial.

Untuk mendownload backup database WHMCS secara manual, dapat kita lakukan melalui admin WHMCS seperti berikut :

  1. Login ke Area Admin WHMCS Anda
  2. Buka Utilitas> Sistem> Status Database
  3. Klik tombol Download Full Database Backup di bagian atas halaman
  4. Anda diminta mendownload file. Simpan file ke komputer Anda. Bergantung pada ukuran database, ini mungkin memerlukan beberapa saat.
  5. Setelah unduhan selesai,  sekarang database telah anda download.

Seperti ilustrasi berikut :

Semoga bermanfaat.

Cara Disable Late Fee Day di WHMCS

Published on July 11, 2017, by in Tutorial.

Ketika client kita telat membayar invoice yang telah diterbitkan secara otomatis di WHMCS Billing system, maka system dengan otomatis akan menambahkan biaya keterlambatan dengan istilah Late Fee Days.

Late Fee Day ini secara default adalah 10% dikali nominal tagihan pada invoice.

Namun bagi kita yang tidak menghendaki adanya penambahan biaya keterlambatan invoice, bagaimana caranya agar Late Fee Day ini dinonaktifkan alias Disable, yaitu dengan cara masuk ke menu :

General Settings > Invoices

Kemudian pilih menu Late Fee Amount dan isikan 0 agar Late Fee Day tidak aktif alias disable

Kemudian Save Changes dan biaya keterlambatan alias Late Fee Day sekarang Disable. SAlam sukses.

Disable domain root di whm

Published on July 10, 2017, by in Tutorial.

Secara default addon domain di cpanel akan tersimpan di

http://www.maindomain.com/addondomain.com

hal ini domain addon anda aka terlihat di publik, hal ini tidak bagus dan harus disembunyikan dari paublik.

caranya yaitu dengan mengatur setingan “Restrict document roots to public_html” menjadi OFF yaitu pada menu :

WHM > Tweak Settings > Domains > Restrict document roots to public_html

seting menjadi “OFF”

seperti tampilan berikut :

demikian semoga bermanfaat

Install Crontab dan Seting cron job WHMCS di Centos

Published on June 20, 2017, by in Tutorial.

Langsung ke terminal menggunakan root :

# yum install cronie

Seting config file di direktori path whmcs :

# nano /var/www/html/whmcsdata/crons/config.php

contoh path whmcs :

$whmcspath = ‘/var/www/html/’;

Seting cron direktori :

# nano /var/www/html/configuration.php

contoh cron direktori :

$crons_dir = ‘/var/www/html/whmcsdata/crons/’;

 

Eksekusi cron :

# php -q /var/www/html/whmcsdata/crons/cron.php

Restart cron :

# systemctl restart crond

Cek cron di Automation Settings

Proses selesai, semoga berhasil.

 

Mengganti Time Zone di WHMCS

Published on May 20, 2017, by in Tutorial.

Untuk mengganti time zone di whmcs kita harus menambahkan :

date_default_timezone_set(‘Asia/Jakarta’);

pada akhir baris configuration.php nya whmcs, maka waktu akan berubah sesuai timezone kita, contohnya jakarta

Membuat Nameserver di VestaCP

Published on May 17, 2017, by in Tutorial.

Cara mengatur Server Nama Sendiri (nameserver vanity / private / child)
Jika Anda ingin mengelola zona DNS menggunakan Vesta Control Panel, Anda harus membuat catatan 2 dns, mengarahkan mereka ke alamat IP server dan menggunakannya sebagai nameserver untuk domain. Dalam contoh ini, kita akan menggunakan ns1.yourdomain.com dan ns2.yourdomain.com.

Registrar domain
Setiap registrar domain memiliki metode yang berbeda untuk menyiapkan server nama pribadi. Di bawah ini Anda akan menemukan petunjuk bagaimana membuat catatan di Pengelola Akun GoDaddy.
1. Masuk ke pengelola akun GoDaddy Anda
2. Di sebelah domain, klik launch
3. Klik pada yourdomain.com
4. Di tab pengaturan, klik manage next to host names
5. Klik tambah nama host
6. Masukkan ns1
7. Masukkan alamat IP server Anda
8. Klik tambah
9. Ulangi di atas untuk ns2
10. Ubah nama server untuk yourdomain.com menjadi ns1.yourdomain.com dan ns2.yourdomain.com

Panel Kontrol Vesta
Setelah registrasi nameserver pribadi selesai, Anda perlu mengkonfigurasi Vesta Control Panel.
1. Tambahkan domain yourdomain.com (tinggalkan tanda DNS Support yang dicentang)
2. Masuk ke menu DNS
3. Klik edit di bawah yourdomain.com
4. Ubah template menjadi child-ns
5. Masuk ke menu Paket
6. Edit paket yang disebut default
7. Tetapkan ns1.yourdomain.com dan ns2.yourdomain.com sebagai nameserver

Setelah Anda melakukan semua langkah, Anda sekarang dapat mengatur semua nama domain Anda untuk menggunakan ns1.yourdomain.com dan ns2.yourdomain.com. Harap dicatat bahwa mungkin dibutuhkan waktu hingga 24 jam sementara catatan dns akan mulai bekerja.